Beberapa Kondisi Yang Diharuskan Untuk Mandi Junub dan Tata Cara Mandi Haid

Mandi Junub di Bulan Ramadan, Sebelum Atau Setelah Sahur?

Setiap Muslim tentunya harus mengetahui hal-hal apa saja yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah Subhana Wa Ta’ala. Salah satunya adalah tata cara mandi junub yang baik dan benar. Mandi junub atau mandi wajib ini meruakan suatu bentuk membersihkan diri secara fisik dari hadats besar. Mandi junub ini hukumnya wajib bagi setiap orang muslim yang sehat dan berakal.

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang dianggap dalam keadaan berhadats besar sehingga diwajibkan dia untuk melakukan mandi wajib. Berikut beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang mandi wajib :

  • Keluar Sperma

Salah satu kondisi yang mengharuskan seseorang mandi wajib adalah keluarnya sperma.  Keluarnya sperma ini apakah karena syahwat atau karena sebab yang lainnya. Hal ini ditegaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam, bahwa beliau bersabda : “Hanyalah air itu (yakni mandi) adalah karena air pula (yakni keluar air mani).” (HR. Muslim dalam Shahihnya). Dalam menerangkan hadits ini Al Imam Abu Zakaria Muhyidin bin Syaraf An Nawawi menyatakan : “Dan maknanya ialah : Tidak wajib mandi dengan air, kecuali bila telah keluarnya air yang kental, yaitu mani.”

  • Melakukan Hubungan Suami Istri

Orang yang melakukan hubungan intim, baik keluar mani maupun tidak wajib untuk mandi junub. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam dalam haditsnya sebagai berikut :

Dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam, bahwa beliau bersabda : “Apabila seorang pria telah menindih diantara empat bagian tubuh perempuan (yakni berhubungan intim) kemudian dia bersungguh-sungguh padanya (yakni memasukkan kemaluannya pada kemaluan perempuan tersebut), maka sungguh dia telah wajib mandi karenanya”. (HR. Bukhari dalam Shahihnya).

  • Setelah Haid dan Nifas (Bagi kaum wanita)

Haid ini yang dikenal dengan menstruasi atau datang bulan merupakan keluarnya cairan merah mirip darah secara berkala pada kemaluan wanita. Sedangkan nifas adalah keluarnya darah dari rahim seorang wanita pasca melahirkan.

Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Sebelum memulai mandi wajib, ada niat dan doa yang harus anda ucapkan. Berikut niat mandi haid :

“Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbar minal haidil fardlon lillahi ta’ala”

Artinya : “Sengaja aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar dari haid fardhu karena Allah Ta’ala”.

Tata Cara Mandi Wajib

Setelah anda membaca biat mandi wajib, maka langkah selanjutnya adalah mempraktekkan taca cara mandi wajib pasca haid sebagai berikut :

  • Yang pertama membasuh bagian kemaluan dengan menggunakan kapas yang sudah dilumuri oleh minyak wangi atau parfum non alkohol.
  • Kemudian membersihkan kedua telapal tangan secara menyulur. Siram atau basuhlah tangan kiri. Lakukan serta ulangi cara ini masing-masing sebanyak tiga kali.
  • Setelah itu berwudhu dengan sempurna. Cara ini merupakan salah satu sunnah yang harus dilakukan saat mandi wajib pasca haid. Lakukan wudhu ini seperti akan melaksanakan sholat.
  • Setelah itu mandi seperti biasa. Awali dengan menyiram air dari ujung kepala. Lalu, mencuci rambut atau keramas dengan menggunakan shampo agar bersih dan wangi.
  • Memisah-misah rambut dengan jari tangan.
  • Lalu membersihkan seluruh tubuh dengan cara mengguyur air ke semua anggota badan seperti mandi biasa.
  • Pastikan bahwa seluruh anggota tubuh anda bersih dan terkena air mengalir tanpa terkecuali, termasuk bagian yang tersembunyi, seperti belakang telinga, ketiak, punggung, sela-sela jari tangan dan kaki, lipatan antara paha dan lutut.